BEBERAPA KESALAHAN
Hambatan
dan kesempatan, bedanya ada pada cara kita memandang.
Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada
kesempatan dalam setiap kesulitan.
Ketika jaringan kerja Tom sudah semakin besar, Steve mulai
menunjukkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang distributor.
Hal ini dilakukan oleh Steve agar Tom tidak melakukan hal yang sama karena akan
merugikan Tom sendiri.
Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:
1.
Membuat jaringan matahari, atau merekrut
sebanyak-banyaknya, tanpa mau membina.
Banyak
distributor terburu-buru ingin mempercepat langkah sehingga mereka merekrut
bukan hanya 3 orang, melainkan 50-100 orang, pada line pertama. Hal ini seperti meletakkan pondasi yang dangkal pada
gedung bertingkat. Kekuatan gedung
bertingkat terletak pada kedalaman pondasi, bukan lebarnya. Rencanakan segala
sesuatunya untuk menang. Ingat pepatah yang mengatakan bahwa tak seorangpun
merencanakan untuk gagal tetapi banyak orang gagal merencanakan. Lihat, setelah
mereka mensponsori orang ke-50 dan seterusnya, apa yang akan terjadi terhadap
orang ke-1, ke-2, dan ke-3?
Mereka
akan terabaikan, kehilangan minat dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari
bisnis ini. Oleh karena itu, ingat pula untuk melakukan “FOLLOW UP” atau tindak
lanjut terhadap rekan kerja. Jangan hanya mensponsori saja tanpa mau
mengembangkan dan mendampingi mereka.
Tom
menyadari bahwa mensponsori terlalu banyak orang pada tingkat pertama (firstline) tidak terlalu menguntungkan.
Terlalu banyak orang yang harus dibina menyebabkan adanya beberapa orang yang
tidak bisa dibina secara maksimal. Akhirnya, bisnisnya tidak berkembang.
Kadangkala ada orang yang bukan tipe seorang pekerja. Apakah kita harus merasa
bersalah karena mensponsori mereka?
Steve
berkomentar,”Kalau kita mensponsori mereka, lalu kita tidak membantu mereka,
maka berarti kita yang salah. Tetapi kalau mereka yang tidak mau dibantu, berarti
bukan salah kita.”
Ada
yang bergabung hanya untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Orang seperti
ini bertujuan untuk mengembangkan bisnisnya. Ketika menghadapi mereka, mintalah
referensinya, mungkin dari beberapa nama referensinya, ada satu atau dua orang
yang bagus dan menjadi distributor aktif dalam bisnis ini. Anda bisa
mengatakan: “Apakah Bapak/Ibu memiliki kenalan yang bisa kita ajak untuk
menjalankan bisnis ini?” atau “Adakah rekanan Bapak/Ibu yang punya anak masih
kecil?” setidaknya dia pasti punya rekanan yang bisa kita ajak untuk aktif di
bisnis ini.
Bisa
kita lihat dari fakta yang ada, banyak distributor aktif dan orang-orang yang
berhasil di bisnis ini, bukanlah orang-orang di tingkat pertama. Mereka bisa
berasal dari tingkat ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 bahkan tingkat ke-20. Jadi jangan
ragu-ragu untuk mensponsori orang. Kalau dia tidak bisa mengembangkan bisnis
ini, mintalah referensi darinya. Dengan demikian kita melakukan apa yang
disebut dengan menggali di kedalaman.
2.
Langsung pergi mencari penjual
Secara
naluri, seorang penjual produk yang berkualitas memulai penjualan dengan
lincah. Para penjual biasanya memang sangat lincah dan tidak takut berkerja
keras. Akan tetapi, jika mereka ingin berhasil dan mencapai pendapatan besar,
mereka harus menyesuaikan sikap dan keyakinannya bukan sebagai penjual, tetapi
sebagai sponsor. Ingat kemampuan mengajar dan mengorganisir adalah aset yang
paling berharga. Biasanya penjual yang penjualannya melampaui batas seringkali
melakukan sendiri sehingga ia mendapat pujian dan pengakuan dari
rekan-rekannya. Hal ini dapat mengakibatkan kehancuran.