MATA UANG
DI DUNIA BUKAN DOLAR ATAU RUPIAH TETAPI WAKTU
Banyak hal
yang harus dilakukan, tetapi waktu yang tersedia sedemikian terbatas. Jadi
“TENTUKAN PRIORITAS” kegiatan mana yang akan kita “BAYAR” dengan waktu yang
kita miliki.
Pada suatu
kesempatan, Steve menceritakan pengalamannya dengan para downline-nya kepada Tom. Dia menceritakan kasus-kasus yang pernah
ia hadapi sehingga Tom bisa mengambil hikmahnya dan menghindari hal-hal yang
salah.
Steve : “Tom, pernahkah kamu menemui seorang
distributor Network Marketing yang
mengeccat pagar rumahnya sendiri? Padahal dia bukan pengangguran. Coba
perhatikan, dia lebih memilih menghemat Rp 50.000 untuk upah tukang cat. Ia
tidak memikirkan bahwa jika dia mengecat sendiri pagar rumahnya, dia akan
kehilangan waktu selama 1 hari penuh, apabila dia meluangkan waktu seharian
untuk menjalankan bisnis ini, dia akan mendapatkan lebih dari Rp 50.000.
Bayangkan jika selama sehari itu dia
mencari prospek-prospek baru dan berhasil mendapatkan distributor yang aktif.
Berapa yang akan dia dapatkan? Setidaknya uang Rp 50.000 itu sudah bisa
didapatkan hanya dengan menjual eceran. Selain itu dia juga bisa membantu orang
lain, yaitu tukang cat, yang akan mendapatkan upahnya.
Dia takut kehilangan Rp 50.000, namun
sebenarnya dia kehilangan lebih dari Rp 50.000 bisa jutaan rupiah, puluhan
juta, bahkan ratusan juta rupiah kalau diakumulasikan setelah beberapa tahun.
Seperti
kisah diatas, kita harus bisa mendahulukan hal-hal yang harus didahulukan. Hal
itulah yang disebut dengan istilah “PRIORITAS”. Kita semua hanya memiliki waktu
24 jam sehari. Masalahnya adalah bagaimana mengelola waktu yang kita miliki.
Kitalah yang harus menentukan apakah waktu tersebut akan di sia-siakan begitu
saja atau dipergunakan se-optimal mungkin.
Steve: “Adalagi seorang distributor yang tidak mau
meminjamkan kaset kepada downline-nya
hanya karena ia takut kehilangan kaset itu. Padahal harga kaset itu tidak
seberapa. Siapa tahu setelah mendengarkan kaset itu downline-nya termotivasi dan menjadi distributor besar. BERAPA yang
akan dia dapatkan hanya dengan meminjamkan 1 buah kaset saja.”
Banyak
orang tidak berani melakukan investasi ulang dari hasil yang didapatkannya.
Contohnya, seorang pengusaha transportasi baru memulai usahanya. Ia belum
memiliki alat transportasi apapun. Ia bekerja sebagai agen. Semua pengangkutan
ia serahkan pada pengusaha lain.
Ketika
memperoleh keuntungan, ia bisa memilih apakah keuntungan tersebut akan ia
gunakan untuk membeli mobil ataukah keuntungan tersebut akan dia habiskan untuk
jalan-jalan, membeli pakaian bermerek dan handphone baru. Jika pengusaha tersebut
adalah seorang pengusaha sejati, ia akan menginvestasikan keuntungannya untuk
membeli alat transportasi. Pada saat uangnya mulai terkumpul lagi uang itu akan
dibelikan 1 mobil lagi. Setelah usahanya bertumbuh pesat, mungkin dia akan
membuka kantor perwakilan di kota lain, demikian seterusnya, sehingga usahanya
akan semakin berkembang, bukan mengalami stagnasi.
Jika saat
ini Anda memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta, berapa jumlah maksimal yang bisa
Anda tabung dalam 1 bulannya? Dengan penghematan yang sangat ketat sekalipun,
Anda hanya bisa menabung sebesar Rp 500.000 per bulannya. Untuk mengumpulkan
uang Rp 50.000.000 berarti Anda harus menabung selama 100 bulan atau 8 tahun
lebih. Apakah tidak lebih baik jika Anda menginvestasikan Rp 500.000 yang Anda
miliki dan dalam waktu 1 tahun Anda dapat menuai Rp 50.000.000 per bulannya?
Bagaimana pendapat
Anda?
Bayangkan
jika Anda adalah seorang karyawan di perusahaan dengan gaji hanya Rp 1 juta per
bulan. Untuk mendapatkan gaji Rp 1 juta tersebut, Anda harus bekerja 8 jam
sehari selama 25 hari kerja dalam 1 bulan. Berarti total jam kerja selama 1
bulan adalah 8 x 25 = 200 jam. Dengan kata lain, gaji per jamnya = Rp 1 juta / 200 jam = 5.000
per jam. Berarti pula tenaga Anda hanya dihargai senilai itu. Padahal jika
pukul 14.00 Anda rindu ingin bertemu dengan anak Anda, apakah bos Anda
memperbolehkan Anda pulang? Jika pukul 10.00 Anda mengantuk, apakah
diperbolehkan pulang oleh bos Anda? Padahal, TUHAN yang menciptakan kita tidak
pernah meminta bayaran atas waktu yang ia berikan pada kita. Bos Anda hanya
memberi Rp 5.000 per jam tetapi membatasi waktu Anda. Apakah ini LAYAK?
Dengan
bisnis Network Marketing, mudah
sekali bagi kita untuk sekedar mendapatkan Rp 5.000 per jam nya.
Kalau:
- Rp 1 juta = Rp
1 juta/200 jam = Rp 5.000/jam
- Rp 2 juta = Rp
2 juta/200 jam = Rp 10.000/jam
- Rp 3 juta = Rp
3 juta/200 jam = Rp 15.000/jam
- Rp 4 juta = Rp
4 juta/200 jam = Rp 20.000/jam
- Rp 5 juta = Rp
5 juta/200 jam = Rp 25.000/jam
- Rp 6 juta = Rp
6 juta/200 jam = Rp 30.000/jam
- Rp 7 juta = Rp
7 juta/200 jam = Rp 35.000/jam
- Rp 8 juta = Rp
8 juta/200 jam = Rp 40.000/jam
- Rp 9 juta = Rp
9 juta/200 jam = Rp 45.000/jam
- Rp 10 juta = Rp
10 juta/200 jam = Rp 50.000/jam
Bagaimana
menurut Anda? Tidak inginkah Anda meningkatkan nilai per jam yang Anda miliki?