KOMITMEN
UNTUK AKTIF
KOMITMEN
merupakan janji yang harus dipegang teguh untuk mencapai cita-cita.
Sebagian
besar distributor hanya sibuk mencari distributor-distributor baru (firstline) tanpa mengajarkan cara untuk
memperoleh keberhasilan dalam bisnis ini. Selain itu mereka juga hanya sibuk
menjual produk sebanyak-banyaknya tanpa menyadari bahwa keuntungan yang mereka
peroleh hanyalah keuntungan jangka pendek semata.
Jika yang
dilakukan hanya sebatas itu saja, kita tidak akan bisa pensiun. Selamanya kita
hanya akan berjualan barang dan mencari distributor baru.
Berikut
ini adalah kisah Montana. Montana adalah seorang penjual yang handal. Dalam
satu hari, tingkat penjualannya bisa mencapai Rp 2 juta. Bahkan ia bisa membawa
hingga 5 orang calon distributor yang berbeda. Paling sedikit satu dari lima
orang tersebut selalu mau bergabung.
Dalam
kurun waktu 10 hari sejak ia bergabung, Montana telah memiliki tingkat
penjualan pribadi sebanyak 25 juta dan firstline
sebanyak 15 orang.
Melihat
hal ini, upline Montana merasa sangat
senang. Seorang super bintang yang baru telah berhasil ditemukan, sehingga dia
terus memotivasi Montana.
Kejadian
ini berlangsung selama 6 bulan. Memasuki bulan ke tujuh, Montana mulai merasa
jenuh. Ia memutuskan untuk beristirahat selama satu bulan penuh. Ketika Montana
kembali bekerja, perasaan malas untuk berjualan mulai menyerang dirinya. Selain
itu, para downline nya juga tidak ada
yang berkembang. Akhirnya jaringan yang dimiliki Montana hancur berantakan.
Memang
Montana berhasil membentuk jaringan yang besar, sayangnya jaringan ini hanya
berhenti pada level pertama (firstline).
Itulah sebabnya mengapa jaringan ini menjadi jaringan yang dangkal dan mudah
sekali hancur.
Steve
melanjutkan ceritanya, ia berkata:
Steve : “Tom,
tentunya kamu tahu kesalahan utama Montana. Ia hanya sibuk pada kaeuntungan
pribadi. Ia merasa cukup hanya dengan menjual produk saja dan berhenti pada firstlinenya . Dia tidak pernah membantu
para downline-nya untuk mendapatkan
hasil dari bisnis ini. Seharusnya Montana meminta komitmen dari para downline-nya. Namun ia pun harus
berkomitmen dengan janjinya untuk membantu mereka.
Demikian pula halnya kita
Tom, kita pun sebaiknya menanyakan komitmen dari rekan kerja kita, apakah ia
mau serius menekuni bisnis ini. Jika ia serius, kita pun harus serius
dengannya. Berikan jadwal trainingnya, terus dampingi dan bantu dia untuk
berkembang. Dengan demikian, jaringan kitapun akan berkembang karenanya.”