BIJAKSANA
Mungkin kita tidak akan pernah memiliki kelebihan seperti dimiliki
orang lain, tapi hal itu tidak boleh menjadi halangan untuk memperjuangkan
impian kita!
Banyak “Distributor Negatif” yang selalu mencari alasan untuk
membenarkan dirinya sendiri atas kegagalannya dalam menjalankan bisnis Network Marketing. Seperti kita ketahui,
orang yang sukses adalah orang yang mempunyai pandangan bahwa “masalah besar
dikecilkan, masalah kecil ditiadakan”. Tetapi untuk orang yang tidak atau
kurang berhasil, tanpa mereka sadari, hal-hal kecil malah dibesar-besarkan. Hal
tersebut dijadikan alasan/kambing hitam atas gagalnya bisnis yang
dijalankannya. Manakala jaringan kerja mereka sudah mulai berkembang, ternyata
banyak juga tindakan-tindakan kurang bijaksana yang mereka lakukan. Akhirnya
sebuah jaringan yang semestinya maju ternyata semakin lemah, semakin tidak
aktif, semakin turun omzetnya dan akhirnya runtuhlah jaringan tersebut.
Steve berkata,”Saya akan menceritakan kisah Si Jane negatif dan
apa yang akan dilakukan terhadap jaringannya”.
Hari Senin
Jane mengeluh kepada staf perusahaan di depan para downline-nya. Kantornya yang panas dan
tidak bonafit sehingga ia malu mengajak prospek datang ke kantor. Ia berkata
kepada staf perusahaan, “Inilah yang membuat jaringan saya tidak bisa berkembang.”
Hari
Selasa
Jane mengundang semua distributor aktifnya datang ke rumah.
Sebelum memulai pertemuan, ia mengeluh kepada mereka bahwa upline-nya sangat tidak bertanggung jawab dan tidak mau aktif
membantu dia serta para downline-nya.
Upline-nya hanya tutup point dan mendapatkan hasil apa yang dia kerjakan. Jane
berpikir bahwa dia yang bersusah payah sedangkan upline-nya berdiam diri saja tetapi mendapatkan hasil dari apa yang
dia kerjakan. Baginya dunia sangat tidak adil. Dia mengatakan jika kondisinya
seperti ini terus, dia malas mengerjakan bisnis ini. Yang diuntungkan hanya upline-nya saja.
Dalam salah satu pertemuannya dia mengumpulkan semua hal-hal yang
akan dikeluhkan ke perusahaan dan ke upline-nya
yang aktif.
Hari Rabu
Jane mengeluh kepada manajemen perusahaan bahwa kantornya sangat
sempit. Sulit sekali baginya untuk memperoleh ruangan yang bisa digunakan untuk
presentasi maupun training. Selain itu, stafnya sangat lambat dalam bekerja.
Antrian sangat panjang, untuk belanja 1 produk saja ia harus menunggu lama
sekali. Ia memarahi manajemen perusahaan di depan orang banyak dan mengatakan
“Inilah penyebab kurang berkembangnya bisnis saya. Manajemennya tidak
PROFESIONAL.”
Hari Kamis
Dengan wajah cemberut, Jane membantu downline-nya untuk memprospek temannya. Karena suasana hati yang
tidak enak, dia presentasi dengan asal-asalan, tidak bersemangat dan ingin
cepat-cepat selesai. Akhirnya si prospek tidak mau bergabung dengan downline-nya. Jane berkata kepada downline-nya, “kenapa kamu ajak saya ke
orang seperti itu? Lihat, mukanya sangat menyeramkan. Mana mungkin dia bisa
berhasil di bisnis ini? Dia bergabung pun percuma!”
Hari Jumat
Jane mengeluh lagi kepada perusahaan, karena bonusnya tidak keluar.
Ia marah-marah dan memberitahu downline-nya
kalau perusahaan ini kurang bonafit, bahkan bonusnya tidak dikeluarkan, padahal
dia sudah kerja keras. Setelah ditelusuri, ternyata nomor rekening bank yang
dicantumkan oleh Jane salah.
Hari Sabtu
Jane diminta bantuan oleh downline-nya
untuk memprospek temannya, tapi dia malah memarahi dan memaki downline tersebut dan berkata “Apakah
kamu tidak tahu waktu? Ini kan hari Sabtu? Saya harus refreshing dan
berpacaran, bisa mati muda kalau presentasi terus setiap hari.” Akhirnya
presentasi dibatalkan dan downline
itu menjadi putus asa sambil menggerutu dalam hatinya, “katanya upline harus membantu downline-nya. Tapi dia tidak mau
membantu saya dengan alasan yang tidak masuk akal.”
Hari
Minggu
Jane mengeluh kepada orang tua dan pacarnya bahwa bisnis Network Marketing ini sulit. Apalagi
perusahaannya tidak bonafit, kantornya kecil, sempit, panas, stafnya kurang
terampil, bonusnya tidak keluar dan para downline-nya
malas-malas. “Itu yang menyebabkan saya tidak bisa berkembang di bisnis ini,”
katanya.
“Nah, tentu kita bisa mengambil hikmah dari cerita Jane diatas.
Kesalahan utama yang dibuat Jane adalah:
- Semua cerita atau hal negatif, harus
diceritakan ke atas (upline). Jangan
pernah menceritakan hal negatif ke bawah (downline).
Semua cerita kebawah haruslah hal-hal yang positif. Hal yang negatif hanya akan
membuat downline kita menjadi kecewa
dan putus asa.
- Ini adalah bisnis Anda, bukan bisnis upline Anda. Jika upline tidak aktif dan tidak mau membantu biarkan saja. Sebaiknya
cari upline diatasnya lagi. Jika
tidak ada juga yang aktif, Anda sendiri harus berjuang agar bisnis Anda menjadi
besar. Jangan sampai karena upline
tidak mau membantu Anda menjadi putus asa dan memutuskan untuk berhenti dari
bisnis ini. Anda RUGI sendiri.
- Cek dulu kebenarannya sebelum melakukan
komplain. Jangan asal komplain.
- Presentasi atau training harus dilakukan
sebaik mungkin. Jangan asal-asalan, meskipun hanya 1 orang yang dipresentasi.
- Berpikirlah positif. Jadikan diri Anda bagian
dari solusi atau jalan keluar, bukan bagian dari masalah.
Steve: “Selain itu Tom, kita harus selalu memiliki
pemikiran yang positif. Apabila kita menemui hambatan/masalah yang besar,
yakinlah bahwa kita akan mendapatkan rezeki di balik permasalahan itu. Di
samping itu, usahakan untuk selalu melakukan konsultasi ke upline-mu yang aktif atau qualified
mengenai semua permasalahan yang kamu hadapi serta langkah apa yang harus
dilakukan supaya bisa berhasil dengan cepat.”