NELAYAN
PENCARI MUTIARA
Cinta
adalah memberi kepada orang yang kita cintai. Memberi berarti kita berkorban
atau membayar harga, dengan bekerja lebih untuk bisa memberi LEBIH.
Pada suatu
kesempatan, Steve menceritakan kisah berikut ini kepada Tom:
“Misalkan
kamu adalah seorang nelayan pencari mutiara yang baru saja kembali ke daratan
sehabis mengumpulkan tiram. Hari itu kamu berhasil mengumpulkan se ember besar
penuh tiram. Sebagai seorang nelayan pencari mutiara, ketika kamu mengambil
tiram pertama, membuka dan mendapatkan tiram itu kosong. Kemudian dengan
hati-hati kamu menutupnya kembali dan memgangnya. Kamu duduk di sana beberapa
hari dengan harapan tiram tersebut segera menghasilkan mutiara. Apakah ini yang
kamu lakukan? Tentu saja tidak! Kamu pasti akan membuang tiram kosong itu dan
mengambil tiram kedua dan seterusnya, sampai menemukan tiram yang memiliki
mutiara.
Steve : “Tom sebagian besar distributor juga berbuat
seperti itu. Mereka memperlakukan rekan kerjanya dan prospek yang dianggap
bagus seperti sebuah tiram kosong. Seringkali kita tidak sadar bahwa rekan
kerja kita itu ibarat tiram kosong dan itu membuat waktu kita terbuang sia-sia.
Contohnya:
Menurut saya, Rick adalah orang
yang sangat potensial. Saya sangat mengharapkan Rick menjadi downline saya. Oleh karena itu saya
terus mengunjunginya. Sudah 5 kali saya mengunjunginya. Bahkan sudah 15 kali
saya mengundangnya untuk datang ke pertemuan, tetapi dia tidak pernah datang
dengan berbagai alasan. Dalam hal ini, saya tidak menyadari bahwa sebenarnya
saya terlalu lama bergumul dengan sebuah “tiram yang kosong”, padahal hal itu
dapat membuat saya lelah dan patah semangat.
Steve : “Hal yang demikian dapat juga terjadi dengan downline kita. Setelah bergabung ia
mengemukakan banyak alasan dan tidak segera menjalankan bisnisnya. Apabila kita
hanya memberikan perhatian pada satu orang itu saja sementara yang lain tidak
kita perhatikan, maka hal itupun sama artinya dengan bergumul dengan tiram yang
kosong. Daripada kita terus memberi perhatian pada “tiram yang kosong”, lebih
baik kita mencari prospek atau rekan kerja yang baru. Tetapi rekan kerja yang
pasif tadi jangan langsung ditinggalkan begitu saja. Harus tetap dihubungi,
kita beri informasi baru, follow up
seminggu sekali dan seterusnya. Mungkin suatu saat nanti, rekan kerja kita yang
pasif itu bisa menjadi seperti tiram yang berisi mutiara.”
Sepuluh
kali lebih mudah membimbing distributor yang mau bekerja daripada meyakinkan
seseorang yang tidak berminat untuk bekerja dalam bisnis ini.