PERENCANAAN
Sudahkah Anda
menyusun impian dan rencana-rencana baru? Bekerja tanpa perencaan bagaikan
‘KAPAL BERLAYAR TANPA ARAH’
Kebanyakan
orang gagal di bisnis Network Marketing
karena mereka bekerja tanpa perencanaan. Jika Anda bekerja tanpa perencaaan,
ibaratnya sama dengan kita pergi ke suatu tempat yang belum pernah anda kunjungi tanpa membawa peta penunjuk arah dan tidak tahu seberapa jauh jarak yang akan anda tempuh. Tanpa ada rencana dan komitmen untuk melakukannya anda tidak akan beranjak kemana-mana apalagi mencapai tujuan yang ingin anda raih.
Steve : “Nah
Tom, kamu harus membuat sebuah perencanaan untuk menentukan tujuan dan target
serta mewujudkan semuanya. Akan tetapi jangan membuat sesuatu perencanaan yang
sangat ambisius tetapi tidak realistis. Ingat tujuan kamu membuat target adalah
untuk dicapai.
Kalau kamu terlalu sering
gagal mencapai target, lama kelamaan semangatmu akan patah. Begitu pula jangan
membuat perencanaan yang terlalu mudah. Target akan menjadi tidak bermakna
kalau tidak membuatmu termotivasi.”
Tom : “Bagaimana
cara membuatnya?”
Steve
menjelaskan dengan sebuah cerita.
Steve : “Tom,
kamu tidak akan mampu menghabiskan seekor gajah sekaligus. Namun tahukah kamu,
makanan yang kamu makan seumur hidupmu, volume atau beratnya lebih dari seekor
gajah. Demikian juga dengan tujuanmu. Jika ingin mencapainya, kamu harus
memecah tujuan itu menjadi beberapa bagian. Terkadang ini kurang menyenangkan,
tetapi akhirnya akan membuat kamu berhasil mencapai tujuanmu.
Pertama-tama kita membuat
target pendapatan selama setahun, setelah itu buat dalam bulanan, dan pecah
dalam mingguan, kemudian susun dalam rencana kerja harian. Dengan melihat
prestasi harian, maka apa yang terkesan sulit untuk dicapai menjadi masuk akal
dan mudah untuk dicapai. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya dirimu, membuat
kerjamu terprogram dan bisa digunakan sebagai alat ukur yang baik untuk mendeteksi
apakah targetmu bisa dicapai atau tidak.
Langkah selanjutnya yang
harus kamu lakukan adalah mencapai target harian secara konsisten untuk
memastikan target bulanan dan target tahunan tercapai. Yang terpenting dalam
hal ini adalah kamu harus jujur terhadap dirimu sendiri. Jangan menipu diri
sendiri. Itu adalah cara orang gagal yang tidak berhasil melakukan segala
sesuatu.
Jika belum berhasil
mencapai target dalam periode tertentu, kamu harus melengkapi kekurangan itu di
periode berikutnya. Anggap itu adalah sebuah hutang yang harus dibayar. Namun
jika kamu berhasil melampau target pada suatu periode, anggaplah tidak ada kelebihan
target dan jangan dikurangi target periode berikutnya.
Jadilah orang yang jujur,
realistiis dan ambisius sesuai batas-batas kewajaran. Jika segala sesuatunya
menjadi begitu mudah, evaluasi kembali targetmu, lalu tetapkan tujuan baru yang
lebih tinggi. Kamu harus mampu menguasai motivasi pribadi dengan memiliki
tujuan yang lebih sulit dicapai.
Jadi kita harus membuat
perencanaan yang ambisius, tetapi juga realistis. Kemudian buat peta rute yang
jelas dan tetapkan waktu yang terencana dalam bentuk Buku Rencana Kerja Harian.
Dalam membuat rencana
kerja harian, ada beberapa hal yang harus ditentukan dari awal:
a.
Berapa orang yang harus di hubungi lewat
telepon?
b.
Berapa orang yang harus di presentasi?
c.
Berapa orang yang harus di follow up?
d.
Berapa jumlah produk yang harus dijual?
e.
Berapa lama waktu yang diluangkan untuk “blind
prospect”?
f.
Berapa lama waktu yang diluangkan untuk
belajar?
g.
Berapa lama waktu yang harus diluangkan untuk
mendampingi dan mengajar downline?